Sunday, July 14, 2013

Monika Yulianti: Lovely Songbird


Sunday berbincang dengan salah satu finalis The Voice Indonesia yang berdomisili di Kelapa Gading, Monika Yulianti!

Hei, Monika. Apa aja kesibukan kamu hari-hari ini?
Nah saat ini aku lagi ambil pendidikan notariat, sambil magang di kantor notaris, dan sambil tetap jalanin karir nyanyi. Aku ambil wiken aja, event-event gitu. Sambil lanjut belajar musik juga sih; aku dulu belajar piano klasik, tapi berhenti karena bosan. Setelah masuk The Voice, nyesel deh nggak lanjutin studiku dulu! Jadi sekarang lagi jalanin pelajaran piano juga. Memang harus menyeimbangkan semuanya ,ya.

Lebih enjoy berkarir di mana?

Aku dari dulu nggak pernah kepikir jadi penyanyi profesional, karena sebelumnya aku hobi aja. Untuk jadi penyanyi profesional kan butuh skill-skill seperti menyanyi di café bertahun-tahun…sedangkan aku selalu pengalamannya di gereja, menyanyi solo. Perform itu kan beda sama nyanyi doang; harus bisa interaksi sama penonton, harus bisa menghibur mereka, dll. Itu yang masih aku pelajari. Untuk menjadi penyanyi profesional, aku masih harus banyak belajar memprofesionalkan diri, belajar lebih total untuk pekerjaan. Kalau ditanya lebih pilih jadi penyanyi atau notaris, aku pengen jalanin dua-duanya; kaya dokter Tompi! Tuhan sudah bukain jalannya, sayang kalau aku nggak lakuin.

Memang kapan Monika pertama kali kenal dunia tarik suara?

Dari kecil banget aku sudah suka menyanyi. Dari lahir sudah disetelin lagu-lagu terus sama orangtua. Tapi aku dari dulu pemalu; diikutin lomba sama orangtua aku malah cemberut hahahaa belum pede mungkin ya

Sekarang masih pemalu?

Hehehe lumayan. Tapi aku berpikir untuk belajar pelan-pelan mengurangi pemalunya.

Kok berani ikut The Voice Indonesia?

Jadi ceritanya aku bikin-bikin musik sendiri pakai aplikasi Garage Band di Macbook, terus posting ke internet. Iseng aja. Secara nggak disengaja, Om Yongky Suwarno (musisi yang mengorbitkan AB3) denger rekamanku dan dia bilang: “Kamu berbakat, cuma harus berani coba-coba; kalau nggak gitu, kamu nggak berkembang.” Eh, besoknya ada audisi The Voice Indonesia. Ya aku ikut aja.

Sharing dong beberapa fakta mengenai reality show yang mungkin orang nggak tahu sebagai penonton…

Pertama-tama, aku pikir bakal sikut-sikutan, ternyata sejujurnya nggak loh! Kita saling dukung saja dan saling kasih tips. Terus awalnya aku pikir bisa santai karena ada coachnya, tapi kenyataannya kita harus siap selalu, tahu apa yang kita mau dan aktif juga. Yang jelas dari The Voice Indonesia, pengalaman melihat bagaimana acara dikemas, persiapan dari balik layar yang melibatkan makeup, kostum, konsep…aku merasa beruntung banget bisa tahu itu semua. Apalagi selama ini aku cuma bisa mimpi doang ketemu dan kerja sama Glenn Fredly, Andi Rianto, dll

Sebagai mentor, Glenn Fredly itu gimana sih?

September lalu aku baru nonton konser Glenn dan hanya bisa duduk di belakang sambil sorak-sorak. Sama sekali nggak kepikiran bakal kenal. Ternyata dia baik banget, dan orangnya sangat menghargai proses, dia nggak suka kalau kita mengharapkan instan, dia maunya kita usaha. Glenn juga menghargai interpretasi kita sendiri- dia nggak suka kalo kita disodorin lagu, terus kita nyanyinya sama kaya penyanyi aslinya aja. Kita harus ada karakternya dalam lagu itu. Lagu itu harus dianggap punya kita sendiri, dan kita interpretasinya kaya apa

Karakter Monika sendiri sebagai penyanyi?

Aku suka lounge music yang jazz-pop… aku suka banget Michael Buble, Andien, Raisa

Nah sekarang kalau ada teman SMA yang mau nyanyi juga, tips dari Monika apa?

Kalau punya bakat, jangan didiamkan. Sekecil apapun itu, coba saja. Sekarang kan teknologi sudah canggih, dari aplikasi seperti Garage Band aku juga evaluasi suaraku, dimana yang perlu dibenerin. Jadi kita bisa lakukan sendiri tanpa menunggu orang lain. Maka, bernaikan diri dan lakukan. Buat aku, kalau kita lakukan sesuatu dengan hati dan maksud yang baik, Tuhan buka aja jalannnya.

Barang yang nggak pernah ketinggalan di tas selain dompet dan ponsel?

Tisu dan earphone. Aku nggak pernah jauh dari musik, dari jaman walkman, mp3, ipod…

 

2 comments:

iyus

kok Monika nggak cerita kiprah di GKI GI chamber orchestra?
kan sama aja kaya' Billy Simpson yang "anak asuh" JPCC, Monika juga berangkat dari pelayanan, toh?

iyus
misteriyus@aol.com

majalah sunday

trims infonya iyus :) monica hanya sempat share sedikit mengenai pelayanan di gerejanya hehhe

Dí lo que piensas...