Sunday, April 6, 2014

Fakta Unik Komik Donal Bebek

 
Pencipta karakter Donal Bebek adalah seorang kartunis di studio Disney bernama Dick Lundy. Percaya atau nggak, secara fisik Dick Lundy itu mirip sama Donal!

 
Donal Bebek pertama kali nongol di kartun bioskop Miki Tikus, tahun 1931. Ternyata dia justru menyaingi popularitas Miki! Sebuah riset menempatkan Donal dalam daftar karakter kartun paling populer sepanjang masa. Donal ada di urutan ketiga, sementara Miki nomor satu (diantara mereka ada Bugs Bunny di posisi kedua)

 
Desi Bebek muncul pertama kali di komik Donal Bebek tahun 1937 dengan nama Donna Duck.

 
Selama era Perang Dunia, Donal Bebek tampil dengan alter-ego Fauntleroy, tokoh pahlawan penumpas kejahatan.
Masih di era perang, Donal Bebek pernah ditampilkan sebagai pekerja di pabrik Nazi dalam kartun kritik sosial berjudul Der Fuehrer's Face. Kartun ini menjuarai piala Oscar yang bergengsi tahun 1942!
Di tahun yang sama, keluarlah komik Donal Bebek yang masi terbit teratur hingga sekarang.

 
Tahukah kamu... Donal pernah dilarang beredar di Finlandia tahun 1977 karena...tidak pakai celana.
 

 
Nggak banyak yang tahu, Donal punya nama panjang Donald Oliver Duckling (satu-satunya karakter Disney yang punya nama tengah!). Tapi di lingkungan studio, para pekerja menyebutnya 'The Duck' Tahun 1936, para kartunis Disney memutuskan untuk membuat figur Donal lebih bulat agar lebih lucu.

 
Orantua Donal bernama Della & Quackmore, tapi karena sebab yang misterius, Donal malah menjadi anak asuh neneknya di peternakan. Setelah dewasa, Donal meninggalkan rumah neneknya untuk tinggal di perahu. Dari sana lah baju kelasinya yang legendaris bermula.


 
Aneh tapi nyata! Dalam film James & the Giant Peach kamu bisa menemukan tulang-belulang mirip Donal Bebek.

 
Dalam kartun Disney lain, The Little Mermaid, Donal tampil sebagai cameo. Can you see him?

 
Episode Hungry, Hungry Donald dinyatakan sebagai episode paling seram dari Donal Bebek. Di sini Donal yang nyaris mata kelaparan mengejar sapi di peternakan dengan kapak.


 
Kwik, Kwek dan Kwak juga punya masa lalu yang misterius. Awalnya mereka hanya dititipkan oleh saudara Donal tapi entah kenapa setelah serial berlanjut tiga bebek kecil ini tidak pernah kembali ke orangtuanya dan tinggal bersama Paman Donal.




 
Donal Bebek menjadi maskot untuk tim olahraga dari Universitas Oregon, dengan nama Oregon Ducks









 
Tahun 2004 Donal Bebek mendapatkan Hollywood's Hall of Fame.


 
Hope you enjoy the trivia! ^^

Wednesday, April 2, 2014

Di Balik Kerajaan Kartun ala Jepang

 
 
Negara mana lagi yang jadi rujukan nomer satu soal karakter kartun kalau bukan Jepang? Sunday mendapatkan berbagai fakta seru seputar budaya pop dan kartun Jepang dari pameran Japan Kingdom of Characters yang diadakan di Galeri Nasional beberapa waktu lalu!

 
 
Nah, bicara soal awal sejarah per-kartun-an di Jepang, bisa dibilang geliat anime mulai muncul setelah Perang Dunia 2 berakhir. Tahun 50an seiring Jepang menata kembali hidupnya pascatragedi bom atom, muncul Astro Boy yang aslinya bernama Tetsuwan Atom.
 
 Nah kurang lebih di saat yang sama, siaran TV mulai dikenal masyarakat. Jadi deh, Astro Boy yang tadinya berupa manga berevolusi jadi serial animasi TV perdana yang dimilik Jepang, dan paling dikenang sepanjang masa. Ratingnya mencapai 40%! Hingga hari ini orang-orang masih kenal Astro Boy, nggak heran kalau 2009 Hollywood merilis filmnya.





Selain itu era yang sama melahirkan Ultraman, pahlawan pertama dalam pop culture Jepang. Kemunculannya pas dengan adanya TV berwarna pertama di negeri itu sehingga Ultraman memenangkan momentum, menjadi hits besar sebagai serial TV berwarna pertama Jepang.
 
And then we have....Ninja Hattori! Ciaat! Ninja yang nggak asing lagi ini menggabungkan tradisi ninja kuno Jepang dengan kehidupan modern.
Nggak heran sih, sebenarnya kartun Jepang secara umum pun dikatakan sebagai evolusi dari teknik melukis tradisional khas Jepang ukiyo-e. Inilah sebabnya kartun ala Jepang punya rasa yang sangat khas dan nggak seperti negara lain. It's in their blood!


 

Yang ini nggak nyambung sih sama animasi, tapi penting untuk kita tahu. Legenda ramen instan yang nge-hits saat ini sudah nongol di Jepang pertama kali di tahun 1958. Inilah ibu para mie instan!





 Beralih ke tahun 1970an, muncul aneka karakter hits yang masih dikenang di benak warga Indonesia sampai sekarang: Ksatria Baja Hitam, Hello Kitty, Gundam, Power Rangers.
 


Sanrion, perusahaan yang menelorkan Hello Kitty itu aslinya bergerak di bidang aksesori dan kartu ucapan. Kucing putih satu ini awlanya hanya dinamain Kitty. Setelah sukses merajai 110 negara, Hello Kitty bisa dikatakan salah satu karakter Jepang yang paling mendunia.
 
Cerita lain mengenai karakter Ksatria Baja Hitam yang lahir di era yang sama- ia adalah pelopor pahlawan yang tubuhnya seukuran manusia normal.

 
Kalau cewek-cewek 70an tergila-gila Hello Kitty, cowok-cowok mainan sama Gundam. Kayanya sampai sekarang pun polanya belum banyak berubah.
 
 
Peristiwa paling heboh di era 70an adalah Krisis Tisu Toilet! Apaan tuh kok namanya nggak banget? Jadi cerita, tahun segitu memang ada krisis suplai minyak dari Timur Tengah; pejabat Jepang pun menghimbau warga berhemat via siaran TV. Ia juga menyebutkan tisu toilet sebagai salah satu yang perlu dihemat. Ternyata masyarakat mengira suplai tisu akan menghilang dari pasaran sehingga terjadi aksi borong dan timbun tisu gila-gilaan!
 
Perkembangan animasi tahun 80an disokong oleh lahirnya video games (Super Mario sampai Final Fantasy!) dan dibukanya Tokyo Disneyland. Doraemon, salah satu karakter yang paling dicintai masyarakat juga muncul pertama kali tahun 80an.
 

 
Bergeser sedikit ke tahun 90an, Jepang dan penggemar anime lain di seluruh dunia menyaksikan lahirnya Sailor Moon, Chibi Maruko Chan (animasi ini mematahkan anggapan bahwa karakter manusia biasa nggak akan laku di pasaran), Magical Do Re Mi dan Neon Genesis Evangelion.
 
Di era ini Bandai meraup sukses besar dengan membuat Tamagotchi, mainan paling dikenang dari tahun 90an. Hayo ngaku, kamu pasti pernah miara Tamagotchi waktu kecil, hasil adri meneror orang tua hahaha
Faktanya...Tamagotchi terjual 20 juta unit di Jepang saja dan 20 juta unit lagi di seluruh dunia!
 
Dari segi budaya pop, mulai muncul fenomena aneh-aneh dari Jepang, seperti hikikomori (orang-orang yang memutuskan untuk menarik diri dari kegiatan sosial dan mengurung diri di rumah), enjo kosai (gadis muda/anak sekolahan yang suka kencan dengan pria paruh baya, dengan bayaran sejumlah uang atau hadiah barang mewah) dan otaku (orang yang terobsesi dengan anime tertentu).
 
Ini benar-benar salah satu era paling ganjil dalam dunia budaya pop Jepang!
 
 
Era 2000an bisa dibilang milik Pokemon! Sebagai sebuah brand yang menghasilkan 3 triliun Yen, Pokemon menggurita dari sebuah game Nintendo menjadi film, merchandise, dll.
Lalu ada Sergeant Keroro si kodok alien yang konyol, datang ke bumi dengan niat awal menguasai planet tapi malah keenakan numpang tinggal di rumah keluarga Hinata.
Rilakkuma masih jadi hits sampai sekarang, karakter beruang dari perusahaan merchandise San-X. Nama Rilakkuma berasal dari 'Relax' dan 'Kuma' (beruang). Kalau kamu perhatikan, Rilakkuma nggak sepolos tampangnya- beruang ini punya resleting di bagian punggung yang maksudnya adalah...kamu nggak akan pernah tahu identitas asli dirinya! Merinding disko nggak tuh!
 
Sebelum Sunday akhiri liputan seru-seruan tentang animasi Jepang ini, cek deh sejumlah fakta menarik mengenai masyarakat Jepang dan karakter animasi.
Tahun 2004, Bandai Research Center melakukan survey pada masyarakat Jepang usia 3 sampai 69 dan mendapati fakta bahwa...
 
69% orang Jepang menyimpan beberapa mainan karakter anime favoritnya
90.2% orang Jepang punya karakter favorit
 
Menurut mereka, karakter kartun ini memberikan 'efek menenangkan hati'. Dalam kehidupan nyata, mereka merasa komunikasi dan rasa percaya antara teman dan keluarga sudah menurun jauh sehingga karakter animasi ini secara psikis menggantikan posisi keluarga dan teman. Berbagai maskot karakter sempat tren dipakai jadi gantungan ponsel, dengan anggapan ia menjadi jimat keberuntungan untuk pemiliknya.
 
Semakin banyak remaja Jepang merasa lebih percaya diri saat ber-cosplay ketimbang saat sedang menjadi dirinya sendiri.
 
Sejumlah jaringan hotel di Jepang memiliki layanan 'Character Plan' dimana pelanggan bisa memesan kamar yang dipenuhi benda-benda dari karakter favoritnya; dari sisir, sikat gigi, cermin, seprai, selimut, sampai boneka! Ternyata pengguna layanan ini yang paling banyak bukan anak-anak melainkan orang dewasa (terutama wanita)!
 
 
What do you think guys? :)




 

Thursday, March 13, 2014

Collection: Postcards!

 
 
Beberapa waktu lalu, salah satu pembaca Sunday dari SMU Don Bosco 2, Agatha Astari, berbagi soal hobi serunya membuat kartu pos sendiri. Nah, sekarang kita intip yuk koleksi kartu pos unik yang ia terima dari teman-teman di komunitas cardtopost.com!
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Dari krayon, majalah bekas sampai foto polaroid! Turns out, banyak banget bahan sederhana di sekitar kita yang bisa dipakai untuk membuat kartu pos keren. Tertarik join komunitasnya? Daftarkan diri kamu ke cardtopost.com ;)
 
 
ps. please pardon me for the pics...belum berhasil nemu cara rotate gambar di blogspot sampai sekarang (._______.)

Tuesday, March 11, 2014

Sunday March 2014: Let's Talk About Pocket Money!

Sunday, March 9, 2014

DIY: Vintage Rings








Hey gals! Lagi pada menikmati libur dadakan karena kelas 12 US?
Mari membunuh waktu dengan tips DIY: Vintage Rings yang membawa kita ke masa lalu ^^

Bahan:
Bahan yang paling pasti tentunya cincin polos (yang reccomended cincin saringan atau cincin tempel polos, kamu bisa temukan di toko bahan-bahan craft atau online juga banyak, sista!)


Sisanya....kumpulin aja bahan-bahan yang tergeletak di rumah, dari kancing bekas sampai hiasan kue tart jadul. Your imagination is the limit!


Cara Membuat:

Tempel kancing yang sudah kamu pilih di bagian mata cincin, pakai lem yang kuat. Setelah lem kering, tutupi lubang kancing dengan aplikasi pilihanmu- bisa manik-manik, atau hiasan kue kecil. Voila!



EONA: Punggawa Naga Terakhir

Sudah baca resensi EON di Sunday edisi Maret? Inilah sneak peek mengenai kelanjutan novel fantasi tersebut, EONA, oleh Shirley Widjaja dari SMA Marie Joseph.



Judul : Eona, Punggawa Naga Terakhir
Pengarang : Alison Goodman
Penerbit : Mizan Fantasy
Tanggal terbit : Juli - 2012
Tebal buku : 672 halaman


Eon adalah buku pertama dari seri ini yang telah saya rekomendasikan sebelumnya. Buku kedua tidak lagi saya rekomendasikan karena saya rasa novel Eona ini sudah menjadi buku yang wajib dibaca setelah selesai membaca Eon.

Kekaguman kepada Goodman masih sangat terasa saat saya menulis resensi ini. Sebuah negeri imajinasi yang diciptakan Goodman karena terinspirasi oleh sejarah dan kebudayaan Cina dan Jepang membuat cerita ini terasa berbeda. Fakta bahwa Goodman sendiri adalah kaukasia membuat saya menjadi semakin penasaran pada novel ini.

Sekilas mengenai buku pertama-- Eona adalah seorang remaja perempuan yang telah menyamar menjadi anak laki – laki bernama Eon sejak umur 12 tahun demi mencalonkan diri sebagai kandidat Punggawa Naga Tikus. Ia telah dipilih oleh Sang Naga Kembar sendiri menjadi Sang Punggawa Naga Kembar yang bangkit setelah menghilang selama 500 tahun lebih. Akan tetapi, keadaan istana semakin kacau sehingga Eon merasa tertekan dan pada akhirnya High Lord Sethon melakukan pemberontakan.

Di akhir cerita buku pertama, Eon sudah bukan Eon lagi, melainkan Eona. Ketika Eon menyerahkan jati diri laki–lakinya dan menjadi Eona seutuhnya merupakan salah satu scene yang tak terlupakan bagi saya. Buku kedua dibuka oleh Eona dan kedua sahabatnya yang telah bergabung dengan pasukan pemberontak. Seiring dengan rencana pemberontakan melawan Sethon, kisah cinta segitiga telah terajut antara Eona, Pangeran Kygo, dan Lord Ido (Punggawa Naga Tikus). Porsi kisah cinta yang disuguhkan Goodman ini terasa cukup pas bagi saya.

Kygo dan Eona memiliki kisah romansa yang wajar biasa terjadi antara wanita dan pria. Kygo(18 tahun) dan Eona(16 tahun) memiliki persamaan, yaitu sama – sama harus menanggung beban dan tanggung jawab yang berat walaupun masih di usia yang belia. Sedangkan Ido(24 tahun) yang terkesan bad boy juga memiliki persamaan, yaitu sama – sama punggawa naga tapi Ido lebih serakah akan kekuatan. Bagaimanapun, saya lebih menyukai karakter Ido daripada Kygo karena Ido lebih berambisi dan arogan, membuatnya lebih menarik. Tapi tetap saja saya lebih mendukung Kygo Eona’ Love Story. Karakter Eona sendiri tidak jauh berbeda dengan remaja biasanya. Dia suka melakukan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu sehingga tak jarang harus menerima konsekuensi yang menyakitkan. Tapi menurut saya karakter Eona ini sangat wajar terjadi karena ia masih berumur 16 tahun.

Secara keseluruhan, karakter – karakter dalam novel Eona terasa lebih mendalam dan nyata dibanding Eon. Eona memiliki sad dan happy ending bersamaan. Sad ending karena ada salah satu karakter favorit saya yang terbunuh dan happy ending karena sesuai dengan yang saya harapkan. Yang membuat saya sedikit kecewa adalah tidak ada epilog padahal bagian itu yang sangat saya harapkan ketika hampir selesai membaca buku. Dan sama seperti Eon, Eona memiliki cover yang menarik dan keren.

Di resensi Eon, saya bertanya – tanya “Jadi siapa sih tokoh antagonisnya?”. Awalnya saya berpikir bahwa itu adalah Sethon, paman Pangeran Kygo yang merebut tahta Kygo. Tapi Sethon dan Kygo adalah anak selir dan mereka memiliki hak yang sama dalam pewarisan tahta. Lalu saya berpikir bahwa itu Ido, malahan sampai terpikir oleh saya bahwa tokoh antagonisnya adalah Kygo dan bahkan Eona sendiri. Tapi semua kandidat antagonis tersebut saya tepiskan, karena setelah saya menyelesaikan Eona, saya menyadari sesuatu bahwa “tidak ada tokoh antagonis dan protagonis dalam cerita ini”. Kenapa? Karena semua orang menginginkan kekuatan dan kekuasaan yang lebih. Dan itu adalah sifat dasar manusia. Tetapi, antara Eona dan Ido, Eona lebih dapat mengendalikan sifat keserakahannya tapi bagi saya itu tetap tidak membuat Eona menjadi tokoh protagonisnya. Jadi kesimpulannya adalah dalam sebuah cerita tidak harus ada tokoh antagonis, protagonis, dan tritagonis. Dalam menentukan siapa yang jahat dan siapa yang baik tergantung dari cara pandang masing – masing pembaca.

Cerita yang penuh imajinasi ini terus membuat saya bertanya, berpikir, dan belajar . . .