Showing posts with label photo. Show all posts
Showing posts with label photo. Show all posts
Thursday, July 9, 2015
Saturday, April 11, 2015
Sunday, April 6, 2014
Fakta Unik Komik Donal Bebek
Pencipta karakter Donal Bebek adalah seorang kartunis di studio Disney bernama Dick Lundy. Percaya atau nggak, secara fisik Dick Lundy itu mirip sama Donal!
Donal Bebek pertama kali nongol di kartun bioskop Miki Tikus, tahun 1931. Ternyata dia justru menyaingi popularitas Miki! Sebuah riset menempatkan Donal dalam daftar karakter kartun paling populer sepanjang masa. Donal ada di urutan ketiga, sementara Miki nomor satu (diantara mereka ada Bugs Bunny di posisi kedua)
Desi Bebek muncul pertama kali di komik Donal Bebek tahun 1937 dengan nama Donna Duck.
Selama era Perang Dunia, Donal Bebek tampil dengan alter-ego Fauntleroy, tokoh pahlawan penumpas kejahatan.
Masih di era perang, Donal Bebek pernah ditampilkan sebagai pekerja di pabrik Nazi dalam kartun kritik sosial berjudul Der Fuehrer's Face. Kartun ini menjuarai piala Oscar yang bergengsi tahun 1942!
Di tahun yang sama, keluarlah komik Donal Bebek yang masi terbit teratur hingga sekarang.
Tahukah kamu... Donal pernah dilarang beredar di Finlandia tahun 1977 karena...tidak pakai celana.
Nggak banyak yang tahu, Donal punya nama panjang Donald Oliver Duckling (satu-satunya karakter Disney yang punya nama tengah!). Tapi di lingkungan studio, para pekerja menyebutnya 'The Duck' Tahun 1936, para kartunis Disney memutuskan untuk membuat figur Donal lebih bulat agar lebih lucu.
Orantua Donal bernama Della & Quackmore, tapi karena sebab yang misterius, Donal malah menjadi anak asuh neneknya di peternakan. Setelah dewasa, Donal meninggalkan rumah neneknya untuk tinggal di perahu. Dari sana lah baju kelasinya yang legendaris bermula.
Aneh tapi nyata! Dalam film James & the Giant Peach kamu bisa menemukan tulang-belulang mirip Donal Bebek.
Dalam kartun Disney lain, The Little Mermaid, Donal tampil sebagai cameo. Can you see him?
Episode Hungry, Hungry Donald dinyatakan sebagai episode paling seram dari Donal Bebek. Di sini Donal yang nyaris mata kelaparan mengejar sapi di peternakan dengan kapak.
Kwik, Kwek dan Kwak juga punya masa lalu yang misterius. Awalnya mereka hanya dititipkan oleh saudara Donal tapi entah kenapa setelah serial berlanjut tiga bebek kecil ini tidak pernah kembali ke orangtuanya dan tinggal bersama Paman Donal.
Donal Bebek menjadi maskot untuk tim olahraga dari Universitas Oregon, dengan nama Oregon Ducks
Tahun 2004 Donal Bebek mendapatkan Hollywood's Hall of Fame.
Hope you enjoy the trivia! ^^
Wednesday, September 4, 2013
Tobucil: Petite Treasure of Bandung
Ada pepatah lama yang bilang hal-hal baik kadang datang dalam kemasan yang 'kecil'. Tobucil pasti mengamini omongan itu. Sunday menyebutnya sebagai harta karun di kota Bandung, karena ia begitu mungil dan sulit ditemukan (bagi orang Jakarta yang bingung-bingung tersasar loh ya). Kadang kita sudah menyusuri Jl. Aceh dari ujung ke ujung tapi toko ini terlewat terus seakan tidak ada (tenang guys, yang jelas bukan karena alasan mistis kok ;p ). Sekali membuka pintunya, kita akan menemukan hal-hal yang bisa dibilang tidak ada di tempat lain.
Dilihat dari depan mungkin Tobucil bisa disangka rumah tua biasa- nggak ada etalase mengilap, nggak ada reklame menyala-nyala. Namun ya itulah Tobucil. Kalau besar namanya bukan Tobucil kali.
Mendeskripsikan Tobucil agak sulit untuk dilakukan. Ya, ia menjual buku-buku (banyak terbitan indie yang menarik), dan sejumlah film (Sunday pernah mendapatkan rekaman dokumenter yang keren banget di sini). Ia memiliki banyak sekali produk kerajinan tangan buatan lokal. Bahkan benang-benang yang ada di sana pun aseli made in Bandung. Tak hanya material, produk jadi nan unik pun bertebaran, sebuah showcase yang sederhana tapi powerful akan betapa luar biasanya industri kreatif anak muda di Bandung.
Tobucil berprinsip, siapapun boleh menitipkan produknya di sana asal produk itu benar-benar industri kecil handmade, bukan produk massal. Hasilnya? Tobucil dipenuhi barang-barang unik, yang jumlahnya terbatas!
Tak berhenti sampai kegiatan belanja, Tobucil memiliki sejumlah kelas yang bisa diikuti oleh pengunjung: kelas filsafat, kelas craft, kelas menulis, kelas fotografi, kelas public speaking, dan masih banyak lagi. Inilah surga kecil Tobucil, tempat dimana pikiran bisa menghirup udara segar, seperti domba yang baru dilepas gembalanya di padang rumput pagi hari.
Semoga kamu bisa menemukan Tobucil pada satu kunjungan ke Bandung :)

Monday, December 3, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)







