Tuesday, March 11, 2014

Sunday March 2014: Let's Talk About Pocket Money!

Sunday, March 9, 2014

DIY: Vintage Rings








Hey gals! Lagi pada menikmati libur dadakan karena kelas 12 US?
Mari membunuh waktu dengan tips DIY: Vintage Rings yang membawa kita ke masa lalu ^^

Bahan:
Bahan yang paling pasti tentunya cincin polos (yang reccomended cincin saringan atau cincin tempel polos, kamu bisa temukan di toko bahan-bahan craft atau online juga banyak, sista!)


Sisanya....kumpulin aja bahan-bahan yang tergeletak di rumah, dari kancing bekas sampai hiasan kue tart jadul. Your imagination is the limit!


Cara Membuat:

Tempel kancing yang sudah kamu pilih di bagian mata cincin, pakai lem yang kuat. Setelah lem kering, tutupi lubang kancing dengan aplikasi pilihanmu- bisa manik-manik, atau hiasan kue kecil. Voila!



EONA: Punggawa Naga Terakhir

Sudah baca resensi EON di Sunday edisi Maret? Inilah sneak peek mengenai kelanjutan novel fantasi tersebut, EONA, oleh Shirley Widjaja dari SMA Marie Joseph.



Judul : Eona, Punggawa Naga Terakhir
Pengarang : Alison Goodman
Penerbit : Mizan Fantasy
Tanggal terbit : Juli - 2012
Tebal buku : 672 halaman


Eon adalah buku pertama dari seri ini yang telah saya rekomendasikan sebelumnya. Buku kedua tidak lagi saya rekomendasikan karena saya rasa novel Eona ini sudah menjadi buku yang wajib dibaca setelah selesai membaca Eon.

Kekaguman kepada Goodman masih sangat terasa saat saya menulis resensi ini. Sebuah negeri imajinasi yang diciptakan Goodman karena terinspirasi oleh sejarah dan kebudayaan Cina dan Jepang membuat cerita ini terasa berbeda. Fakta bahwa Goodman sendiri adalah kaukasia membuat saya menjadi semakin penasaran pada novel ini.

Sekilas mengenai buku pertama-- Eona adalah seorang remaja perempuan yang telah menyamar menjadi anak laki – laki bernama Eon sejak umur 12 tahun demi mencalonkan diri sebagai kandidat Punggawa Naga Tikus. Ia telah dipilih oleh Sang Naga Kembar sendiri menjadi Sang Punggawa Naga Kembar yang bangkit setelah menghilang selama 500 tahun lebih. Akan tetapi, keadaan istana semakin kacau sehingga Eon merasa tertekan dan pada akhirnya High Lord Sethon melakukan pemberontakan.

Di akhir cerita buku pertama, Eon sudah bukan Eon lagi, melainkan Eona. Ketika Eon menyerahkan jati diri laki–lakinya dan menjadi Eona seutuhnya merupakan salah satu scene yang tak terlupakan bagi saya. Buku kedua dibuka oleh Eona dan kedua sahabatnya yang telah bergabung dengan pasukan pemberontak. Seiring dengan rencana pemberontakan melawan Sethon, kisah cinta segitiga telah terajut antara Eona, Pangeran Kygo, dan Lord Ido (Punggawa Naga Tikus). Porsi kisah cinta yang disuguhkan Goodman ini terasa cukup pas bagi saya.

Kygo dan Eona memiliki kisah romansa yang wajar biasa terjadi antara wanita dan pria. Kygo(18 tahun) dan Eona(16 tahun) memiliki persamaan, yaitu sama – sama harus menanggung beban dan tanggung jawab yang berat walaupun masih di usia yang belia. Sedangkan Ido(24 tahun) yang terkesan bad boy juga memiliki persamaan, yaitu sama – sama punggawa naga tapi Ido lebih serakah akan kekuatan. Bagaimanapun, saya lebih menyukai karakter Ido daripada Kygo karena Ido lebih berambisi dan arogan, membuatnya lebih menarik. Tapi tetap saja saya lebih mendukung Kygo Eona’ Love Story. Karakter Eona sendiri tidak jauh berbeda dengan remaja biasanya. Dia suka melakukan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu sehingga tak jarang harus menerima konsekuensi yang menyakitkan. Tapi menurut saya karakter Eona ini sangat wajar terjadi karena ia masih berumur 16 tahun.

Secara keseluruhan, karakter – karakter dalam novel Eona terasa lebih mendalam dan nyata dibanding Eon. Eona memiliki sad dan happy ending bersamaan. Sad ending karena ada salah satu karakter favorit saya yang terbunuh dan happy ending karena sesuai dengan yang saya harapkan. Yang membuat saya sedikit kecewa adalah tidak ada epilog padahal bagian itu yang sangat saya harapkan ketika hampir selesai membaca buku. Dan sama seperti Eon, Eona memiliki cover yang menarik dan keren.

Di resensi Eon, saya bertanya – tanya “Jadi siapa sih tokoh antagonisnya?”. Awalnya saya berpikir bahwa itu adalah Sethon, paman Pangeran Kygo yang merebut tahta Kygo. Tapi Sethon dan Kygo adalah anak selir dan mereka memiliki hak yang sama dalam pewarisan tahta. Lalu saya berpikir bahwa itu Ido, malahan sampai terpikir oleh saya bahwa tokoh antagonisnya adalah Kygo dan bahkan Eona sendiri. Tapi semua kandidat antagonis tersebut saya tepiskan, karena setelah saya menyelesaikan Eona, saya menyadari sesuatu bahwa “tidak ada tokoh antagonis dan protagonis dalam cerita ini”. Kenapa? Karena semua orang menginginkan kekuatan dan kekuasaan yang lebih. Dan itu adalah sifat dasar manusia. Tetapi, antara Eona dan Ido, Eona lebih dapat mengendalikan sifat keserakahannya tapi bagi saya itu tetap tidak membuat Eona menjadi tokoh protagonisnya. Jadi kesimpulannya adalah dalam sebuah cerita tidak harus ada tokoh antagonis, protagonis, dan tritagonis. Dalam menentukan siapa yang jahat dan siapa yang baik tergantung dari cara pandang masing – masing pembaca.

Cerita yang penuh imajinasi ini terus membuat saya bertanya, berpikir, dan belajar . . .

Monday, February 10, 2014

Sunday February 2014

Wednesday, January 29, 2014

Oleh-Oleh dari Jakarta Souvenir Design Award!

Banjir, macet, polusi. Kita yang tinggal di Jakarta nggak selalu bangga sama Jakarta. Tapi karya kreatif anak muda ini mengulik kita lagi dengan sedikit rasa baru, sebagai bagian dari kota yang penuh warna.

Yap, dalam ajang Jakarta Souvenir Design Award yang digelar pertengahan 2013 (yep, udah lama banget...sori late post :p), para peserta ditantang untuk menciptakan suvenir khas Jakarta. Dan inilah karya-karya yang dipamerkan di Senayan City waktu itu!




"Sepiring Indonesia"
Eridanie Zulviana


Karya ini adalah jawara yang menang di tahun sebelumnya. Keragaman, keunikan dan keceriaan budaya Jakarta dalam sebuah piring! Pssst...selain Jakarta, Eridanie juga merancang piring serupa bertemakan budaya Jawa Tengah,  Bali, Padang, dll.
 
"Lukisan Mini Jakarta"
Silvya Harjanto
 
Lukisan gede-gede di tembok rumah sudah biasa. Gimana dengan rangkaian lukisan super kecil bertemakan Jakarta? Ini baru nggak biasa! Berbagai objek khas seperti Monas sampai Museum Fatahillah terekam dengan apik.
 
 
 
"Seri Kartu Remi: Ngiter Jakarta"
Stephanie Tanata
 
Capsa lovers...let's play it, Jakarta style!
 
 
"Nyok, Kenal Betawi!"
Oesella 
 
Berbagai tag stylish dikemas dalam boks yang keren. Hal yang tampak biasa jadi lebih segar dan sangat 'muda'!
 
 
"Jajan Jakarta"
Luthfi Ahmad & Muhammad Risfan
 
Jajanan tradisional dikemas modern dan bercita rasa tinggi.
 
 
 
"Roti Buaya: Tanda Cinta dari Jakarta"
Alvin Suhadi
 
Yup, jadi roti ini nggak cuma untuk ngelamar anak orang ya, tapi bisa juga diberikan sebagai oleh-oleh untuk orang terkasih. Apalagi kalau dikemas dalam kotak super unyu ini!
 
 
 
"Petak Jakarta"
Wahyu Bagus
 
Konon katanya belajar palnig enak sambil main. Apalagi main Petak Jakarta! Dikemas layaknya Monopoli standar, permainan ini membawa kamu mengenal berbagai fakta menarik soal Jakarta.
 
 
"Halo Jakarta"
Mato
Dompet dan clutch yang sangat fashion-forward, pas banget untuk dihadiahkan pada para fashionista yang main di Jakarta.
 
 
 
 
"Go Around Jakarta"
Selvia Lie
 
Sebuah paket khusus berisi panduan lengkap anti-nyasar di ibukota. Tampilannya keren dan modern banget!
Definitely Sunday's favorite!
 
 
"Permen Pletok None"
Jessica Stephanie
 
Another traditional snack gone wild! Permen pletok yang unik dikemas dalam tampilan baru yang keren, hadiah yang sempurna.
 
 
 
"Jakarta Adventure Kit"
Erick Wibowo
 
Siap bertualang di kota Jakarta? Jangan kalah sama Dora the Explorer yang punya peta dan monyet- Jakarta Adventure Kit siap mendampingi segala keperluan penjelajahanmu!
 

Friday, January 10, 2014

Sunday Januari 2014: Our First Birthday! :D

Tuesday, January 7, 2014

DIY: Home-made Strawberry Jam

 
 
 
Hello, there!
 
Banyak yang penasaran dengan resep selai stroberi yang pernah tampil di Majalah Sunday dua bulan lalu ;) Nah, mau tahu lebih detailnya?
 
 
 
Bahan:
1 kilo strawberry
250-300 ml madu (suka manis? tambahin lagi!)
1 butir lemon

Cara Membuat:
Cuci dan cabut daun dari buah straberry, terus potong dadu
Masukkan strawberry ke dalam panci teflon dan masak di kompor api sedang sampai mencair (kurang-lebih 45-55 menit)
Tuangkan madu dan lemon, aduk terus
Matikan kompor dan biarkan mendingin

Masukkan toples


Voila! :) Selamat mencoba selai sehat ini!